
Isra Mi‘raj dan Haul Abah Guru Sekumpul: KH. Hasanudin Tekankan Salat sebagai Fondasi Iman
Martapura, Kalimantan Selatan — UKM Lembaga Dakwah Kampus Al Mahabbah menggelar peringatan Isra Mi‘raj Nabi Muhammad SAW pada Senin malam, 19 Januari 2026, di Aula IAID Martapura. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WITA tersebut dihadiri lebih dari 100 jamaah dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.
Acara ini turut dihadiri Wakil Rektor III IAID Martapura, Drs. H. Izzuddin, M.Ag, bersama perwakilan UKM dan Ormawa IAI Darussalam Martapura. Peringatan ini mengangkat tema “Meneladani Perjalanan Isra Mi‘raj sebagai Motivasi untuk Meningkatkan Kualitas Iman, Amal, dan Akhlak dalam Kehidupan Sehari-hari”.

Penceramah utama, KH Hasanudin Badrudin selaku Pimpinan Pondok Pesantren Darussalam, dalam tausiyahnya beliau menegaskan bahwa inti dari peristiwa Isra Mi‘raj Nabi Muhammad SAW adalah perintah salat. Menurut beliau, salat merupakan fondasi utama dalam membangun keimanan dan ketakwaan seorang Muslim.
Beliau menyampaikan bahwa Isra Mi‘raj bukan sekadar peristiwa perjalanan Nabi Muhammad SAW, melainkan mengandung pesan besar agar umat Islam senantiasa menjaga dan menegakkan salat dalam kehidupan sehari-hari. Salat, lanjutnya, memiliki peran penting dalam membentuk pribadi yang beriman, meningkatkan kualitas amal, serta melahirkan akhlak mulia dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain menekankan pentingnya salat, beliau juga mengingatkan tentang tanda-tanda akhir zaman yang dinilai mulai tampak di tengah kehidupan masyarakat saat ini. Dalam pemaparannya, KH Hasanudin menyebutkan empat tanda-tanda akhir zaman yang perlu menjadi bahan muhasabah bersama.
Tanda pertama adalah semakin berkurangnya keberkahan dalam kehidupan, baik keberkahan waktu, rezeki, maupun aktivitas sehari-hari. Banyak orang merasa sibuk, namun tidak merasakan ketenangan. Tanda kedua adalah diangkatnya rasa kasih sayang dari hati manusia, sehingga hubungan sosial mudah diwarnai perselisihan dan konflik.

Tanda ketiga yang disampaikan adalah Allah angkat keadilan daripada hakim, jaksa, pengacara dan selainnya. KH Hasanudin menggambarkan kondisi tersebut dengan istilah hukum yang “tumpul ke atas dan tajam ke bawah”. Sementara tanda keempat adalah semakin hilangnya rasa malu, khususnya pada kaum perempuan, yang tercermin dari perilaku dan pergaulan yang menjauh dari nilai-nilai ajaran Islam.

Melalui peringatan Isra Mi‘raj ini KH Hasanudin mengajak seluruh jamaah untuk memperdalam pemahaman tentang pentingnya salat sebagai kewajiban utama, serta menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW sehingga nilai-nilai spiritual, akhlak mulia, dan semangat beribadah dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Jikri Arridho, berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang dengan pelaksanaan yang lebih meriah serta dihadiri lebih banyak jamaah dan tamu undangan yang dapat berhadir.
Martapura, 19 Januari 2026
Penulis: Zulfa Syafriyanti Al Wajidah (24.12.6210)
Dokumentasi: LDK Al-Mahabbah IAI Darussalam
Penyunting: Wafiq Muzdalifah Azzahra (23.11.1557)
![]()



