
Siap Abadikan Ilmu untuk Masyarakat, 195 Mahasiswa IAI Darussalam Martapura Rampungkan Sidang Munaqasyah
MARTAPURA, 24 Juli 2026 – Sebanyak 195 mahasiswa Institut Agama Islam Darussalam (IAID) Martapura sukses menyelesaikan tahapan akhir akademik mereka melalui sidang munaqasyah skripsi yang diselenggarakan selama dua hari, terhitung sejak 22 hingga 23 Juli 2026, berpusat di kampus IAID Martapura. Kegiatan evaluasi komprehensif ini diikuti oleh mahasiswa dari tiga fakultas utama, yakni Fakultas Tarbiyah sebanyak 117 orang, Fakultas Syariah sebanyak 48 orang, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) sebanyak 30 orang. Didampingi dan diuji langsung oleh jajaran dosen ahli di bidangnya masing-masing, seluruh peserta memaparkan serta mempertahankan hasil riset yang telah mereka susun secara mendalam sebagai syarat mutlak kelulusan demi meraih gelar sarjana.

Pelaksanaan sidang munaqasyah skripsi ini tidak sekadar menjadi ritual administratif perguruan tinggi, melainkan momentum krusial untuk melahirkan temuan-temuan aplikatif yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Riset yang dipertahankan oleh para mahasiswa mencakup gagasan terapan di berbagai sektor strategis: lulusan Tarbiyah menghadirkan inovasi metode pendidikan karakter dan pembelajaran berbasis nilai keislaman; mahasiswa Syariah menyumbangkan solusi literasi serta kepastian hukum keluarga Islam; sementara mahasiswa FEBI menawarkan strategi pemberdayaan ekonomi umat, tata kelola keuangan syariah, hingga pendampingan usaha mikro berbasis keagamaan. Kehadiran karya ilmiah ini diharapkan menjadi jawaban konkret atas berbagai persoalan riil sosial-keagamaan yang dihadapi warga Kalimantan Selatan dan sekitarnya.

Rektor IAID Martapura, Prof. Dr. H. A. Hafiz Anshari AZ, MA, menegaskan bahwa kelancaran jalannya ujian munaqasyah ini merupakan wujud nyata dari dedikasi akademis yang tinggi serta komitmen kampus dalam melahirkan sumber daya manusia unggul yang berintegritas. Beliau menyampaikan optimismenya agar karya riset yang telah diuji tidak berhenti di atas rak perpustakaan semata, melainkan betul-betul diimplementasikan sebagai kontribusi positif bagi kemajuan masyarakat dan pembinaan keagamaan. Menurutnya, sinergi antara ilmu keislaman yang substantif dan pemahaman realitas sosial akan menjadikan para lulusan sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kepemimpinan berwawasan serta menyejukkan di tengah dinamika publik.

Melalui selesainya rangkaian ujian munaqasyah skripsi dua hari tersebut, 195 calon sarjana baru ini kini resmi bersiap memasuki dunia profesional dan mengabdikan ilmu mereka secara nyata di tengah masyarakat. IAID Martapura sendiri menegaskan komitmennya untuk terus memantau rekam jejak pengabdian para lulusannya serta memfasilitasi riset-riset lanjutan yang responsif terhadap kebutuhan zaman. Keberhasilan pelaksanaan ujian ini sekaligus memperkuat posisi IAID Martapura sebagai benteng pendidikan tinggi Islam terdepan di wilayah Banjar yang konsisten mencetak kader intelektual berakhlak mulia, berdaya saing tinggi, dan bermanfaat luas bagi kemajuan bangsa. 
![]()



